Selamaaat membaca teman - teman..disini saya mau share pengalaman saya tentang trouble yang saya alami.. Pada saat mengerjakan laporan pad...
Selasa, 18 Juni 2013
BAPAK IBU PENGENDARA RODA 4 (EMPAT)
sedikit unek" kami para pengendara roda dua.
ini bukan curahatan hati ato apa,tapi ini unek" aja.mohon maaf kalo ada salah kata.
selamat membaca.
Bapak2, ibu2 pengendara roda 4 yth,
Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami
hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak & ibu pengguna roda empat
mengenai perilaku kami dijalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud
untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah
karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung
tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa
kepanasan ini tidak anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang
keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya
mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.
Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan
yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya
mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV
ataupun SUVbapak & ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu
dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum
lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus
hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?
Sebab kalo sebagian besar dari kami, .. minimal dipotong uang transport,
hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan
cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma
knalpot dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5
ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg
50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.
Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super
murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang
parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir
kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih, tarif
parkirnya aja beda.
Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah
oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah
dibangun, diatas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak
mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa
cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari. Ngomong2 tentang
tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami berboncengan 3
atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin,
apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang
kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit
berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya
putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur
pulas di jok belakang
Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang.
Aaaah enaknyaa di mobil.
Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak
pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan,
kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol
semata. Amit-amiiiit. .!
Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu
rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana
kami harus 'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin
kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi
hi. Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami
harus dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara
refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he.Maaf ya
pak-bu.
Peace !!!
Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi
setidaknya,kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat
negara ini. (Jadi gak enak nerusinnya) Memang siiih, rata rata dari kami
tidak berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi
pengojek untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan,
bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.
Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami
gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!). Tapi setidaknya, kami
cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu
duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor.
Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu
lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
akibat sedan mewah anda menyalip kami.
Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup
lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang
rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda
membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda
melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu
anda, walo Cuma 10-20 detik. Jadi malu......
Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki
motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau
persis, itu hanya gara-gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan
tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang
telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak
sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat,
dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an
ironic.....
Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
motor. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan
turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang
bagi mereka.
Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar